Sabtu, 30 November 2013

ANTARA KERAWANG DAN BEKASI KARYA KHAIRIL ANWAR

              ANTARA KEAWANG DAN BEKASI



Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?
        Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
        Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.
       Kami sudah coba apa yang kami bisa
       Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5        ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
       Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
       Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan        harapan
       atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
      Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
      Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
      Menjaga Bung Karno
      menjaga Bung Hatta
      menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar