Selasa, 06 September 2016

SAJAK SEBATANG LISONG

SAJAK SEBATANG LISONG
karya : WS Rendra

menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya
mendengar 130 juta rakyat
dan di langit dua tiga cukung mengangkang berak di atas kepala mereka
matahari terbit fajar tiba
dan aku melihat delapan juta kanak - kanak tanpa pendidikan
aku bertanya
tetapi pertanyaan - pertanyaanku membentur meja kekuasaan yang macet
dan papantulis - papantulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan delapan juta kanak - kanak
menghadapi satu jalan panjang tanpa pilihan
tanpa pepohonan
tanpa dangau persinggahan
tanpa ada bayangan ujungnya
……………………..
menghisap udara yang disemprot deodorant
aku melihat sarjana - sarjana menganggur
berpeluh di jalan raya
aku melihat wanita bunting antri uang pensiunan
dan di langit para teknokrat berkata :bahwa bangsa kita adalah malas
bahwa bangsa mesti dibangun
mesti di up-grade
disesuaikan dengan teknologi yang diimpor
gunung - gunung menjulang
langit pesta warna di dalam senjakala
dan aku melihat protes - protes yang terpendam terhimpit di bawah tilam
aku bertanya
tetapi pertanyaanku membentur jidat penyair - penyair salonyang bersajak tentang anggur dan rembulan
sementara ketidak adilan terjadi disampingnya
dan delapan juta kanak - kanak tanpa pendidikan termangu - mangu di kaki dewi kesenian
bunga - bunga bangsa tahun depan berkunang - kunang pandang matanya
di bawah iklan berlampu neon
berjuta - juta harapan ibu dan bapak menjadi gemalau suara yang kacau
menjadi karang di bawah muka samodra